follow me

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Jumat, 30 Agustus 2013

Cinta itu tidak berlogika, tidak bisa dianalisa, dan tidak rasional



Konyol. Ya mungkin kedengaran konyol jika mencintai seseorang yang telah memiliki kekasih. Terkadang kita bermimpi mungkin juga berangan untuk bisa hidup bersama dalam meraungi dunia yang fana ini. Sepintas niat jahat untuk merebutnya dari kekasih dia demi hidup bersamaku merupakan hal yang paling bodoh, dan memang begitulah pantas disebut. Memimpikan dan menginginkan yang mustahil. Sebuah mimpi tidur yang seharusnya diakhiri ketika bangun, akan tetapi dengan sengaja diseret ke alam sadar dan dihiasi pula dengan angan-angan indah yang isinya kosong.
Mencintai seseorang yang telah memiliki kekasih adalah sebuah kenaifan dan mungkin juga menghambur-hamburkan perasaan dan pikiran untuk keinginan yang tidak sempurna. Tindakan tidak berguna seperti menguntit TL twitter dia seperti orang bodoh yang sosoan untuk tau segalanya tentang yang dia kerjakan dan mungkin kita juga akan sosoan perhatian kepada dia. Berusaha melakukan itu kita harapkan untuk dapat perhatian dari dia, mengharapakan kasih sayangnya, dan berharap jadi pendampingnya. Berharap yang tidak pasti begitulah disebutnya. Ya lagi-lagi kita jangan terlalu berharap, tapi bangunlah dari mimpi yang kosong itu.
Mengapa? Mungkin orang baralasan cinta itu buta. “ah bukannya kau memiliki dua buah mata dan otak yang sangat canggih?”. Mengapa tidak kau mindset saja your mind? Ternyata cinta itu tidak berlogika, tidak bisa dianalisa dan tidak rasional, tidak memerlukan akal pikiran, semuanya ada diluar nalar manusia, saya lebih suka menyebutnya ketidakberdayaan akal pikiran. Satu-satunya energi terbesar yang berasal dari hati, dan memancarkan gelombangnya keseluruh tubuh, memancarkan keindahan, kenyamanan, dan kekuatan serta kenikmatan tak terhingga yang pernah ada. Saya tahu, dia adalah magnetku sehingga ku tertarik dengannya, tapi sayang apakah dia tertarik dengan magnetku, yang jelas saya tahu dia telah tertarik oleh magnet lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar