follow me

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Selasa, 22 Oktober 2013

Naik Gunung Kegiatan yang Sia-sia?

 
     Sering kali saya mendengar komentar orang-orang yang tidak sedap tentang naik gunung “apa sih enaknya naik gunung? Habis naik capek-capek eh malah turun lagi”. Saya hanya bisa tersenyum dan mendengarkan saja komenter yang mereka ucapkan. Bukan hanya itu saja, beberapa komentar mereka tentang naik gunung seperti:

A : "Ah, buat apa naik gunung? bikin capek aja, dingin, ngantuk, ngabisin biaya, nantang maut pula. Mau jadi apa kamu?"

B : "Naik gunung buat apa sih? mau nyari mati? buang buang waktu aja, mendingan dirumah main laptop sambil internetan atau dilapangan main bola atau futsal."

C : "Apasih yang kamu dapat digunung? Daripada manjat-manjat gunung ga jelas gitu mending ikutan organisasi kampus “BEM” sono. Cuma duduk duduk, bacot-bacotan, bengong gajelas bisa disegani dan dihargai sama mahasiswa lain."

D : "Ah naik gunung mah gampang, kecil. Lagi pula prestasi macam apa yang didapat dari naik gunung? Harusnya kayak kita dong, cuma lari lari nendang bola dapet piala, cuma dengan maen game online dapat duit banyak."

E : “Ngapain sih main ke gunung, mau temanan sama macan atau udah bosen hidup di kota?”

Naik gunung itu sebenarnya bukan hoby saya, tapi saya cukup senang kalau diajak naik gunung. Menurut saya naik gunung itu bukan seberapa tinggi yang di daki tapi seberapa kuat melawan ego. Gunung dapat mengajarkan beberapa hal penting tentang kehidupan, seperti melihat keatas saat dibawah, dan memandang kebawah apabila sudah diatas.
Mendaki gunung itu olahraga yang paling menyenangkan. Bukan hanya sekedar olahraga, dengan naik gunung kita akan dapat teman baru. Sodara baru, pengalaman baru dan belajar hidup mandiri. Naik gunung itu membuat saya sadar bahwa uang menjadi tidak berarti saat kita ada diatas gunung ditengah lebatnya hutan. Yang jelas naik gunung itu membuat saya ketagihan.
Selain itu, menurut saya naik gunung itu adalah perjalanan hidup. Disana kita bisa temuin tanjakan, bebatuan, lumpur, jurang, terjal, landai, pacet, kedinginan dsb. Sama seperti hidup, banyak ujian, cobaan hidup yang akan kita lalui seiring bertambahnya usia. “Bersama alam kau akan tau artinya hidup”.

Karena di setiap pendakian ada kisah
Karena di setiap kisah ada pelajaran yang didapat
Karena di setiap pelajaran ada arti kehidupan”

Menurut saya mendaki gunung juga dapat memberikan ilmu pengetahuan yang tadinya kita tidak tahu dan menjadi tahu. Selain itu kita belajar menjadi lebih menjaga diri dari ucapan dan segala perbuatan.
Ciptaan Tuhan itu luar biasa. Disana kita akan melihat kebesaran tuhan dan kita sebagai makhluk Ciptaannya hanyalah seperti makhluk kecil seperti anai-anai yang mengisi bumi ini. Mendaki gunung bukan sekedar naik lalu turun tapi mendekatkan diri sama sang Pencipta dengan mengagumi Ciptaanya yang paling indah yaitu alam.
Indonesia itu indah kawan. Pergilah keluar rumah, buka mata selebar-lebarnya, jangan takut kepanasan apalagi takut kulit jadi hitam. Rugi bagi mereka yang takut kepanasan dan takut kulitnya jadi hitam, dan rugi pula bagi mereka yang lebih membanggakan liburan ke luar negeri. Pergilah dan lihatlah setinggi tanah tertinggi alam negeri kita.

“Puncak itu bonus, paling penting adalah supaya kita bisa kembali kerumah bersama keluarga tanpa kekurangan satu pun”

Naik Gunung kegiatan yang sia-sia? Tidak ada yang salah apa lagi sia-sia, lanjutkan selama itu positif dan membuat hidup kita nyaman serta tambah berkualitas.



Lembah Ciremai (Majalengka), 23 Oktober 2013

Jam 0.30 WIB
 

Kamis, 17 Oktober 2013

Sahabat Bercerita (III)

    Kata orang masa lalu ya lalu jalanin aja yang sekarang dan masa depan. Tapi buat gw masa lalu itu hal yang paling gak gw suka. Masa lalu itu Cuma buat gw ngerasa sedih, kangen sama lingkungan, sama temen, sama orang-orang yang sering muncul di kehidupan gw. Berat loh buat hidup di lingkungan baru dan suasana baru lagi.
        Dan salah satu masa lalu gw yg paling berat buat gw tinggalin adalah masa-masa kuliah dulu. Gak kerasa udah lebih 4 tahun hidup sama mereka terus pergi gitu meninggalkannya. Dan sampai gw nulis tulisan ini gw masih merasakan kehangatan mereka. Buat gw mereka itu luar biasa. Para calon orang-orang sukses dan yang pasti gw bangga kenal sama mereka.
     Temen-temen kuliah gw itu luar biasa, setiap orang mempunyai karakter yang berbeda-berbeda, unik dan gak bakal lw temuin dimana pun lw berada terutama di luar angkasa.
         Salah satu temen gw yang punya karakter unik sebut aja namanya gambut. Kenapa gw namain gambut karena gambut itu limited edition. Hehe, gak disemua pulau di dunia punya gambut. Dan satu lagi karena gambut itu liar, tanpa lw urus dan lw bikin udah terbentuk gitu aja.
        Entah kapan terakhir gw liat gambut rambutnya pendek, selalu gw liat rambutnya itu sebahu, tapi jangan salah gambut itu pria bukan wanita. Seperti namanya, gambut itu liar, lw jangan berharap ketemu dia dengan pakaian rapi berkemeja, bercelana utuh dan bersepatu bersih. Gw lebih sering liat dia pake celana jeans robek, kaos, terus sandal jepit. Dan pasti rokok dan kopi gak jauh2 dari dia. Ya cowok banget jaman sekaranglah.
     Diantara temen gw yang lain, gambut termasuk yang paling usil dan jail. Gimana gak jail dia selalu terdepan kalau gosipin orang. Terus pernah juga masukin video temen gw yang lagi tidur ke youtube. Gila kan. hehe
      Tapi gw gak ngerti entah emaknya ngidam apa atau gimana gitu, meskipun dia seperti itu tapi hatinya men, jangan dikira. Kalau masalah bantuin orang dia juga nomor satu. Lw nyuruh macul-macul apa gitu dia pasti mau. hehe
     Selain itu gw juga gak ngerti, kenapa dia pernah punya pacar cewe cantik, gw pernah liat cewenya dimana gitu dikasih tau sama temen gw. Mungkin dia pake pellet kali ya, atau pergi ke dukun buat jampe-jampein tuh cewe supaya mau sama dia.
      Satu lagi yang gw heran, kenapa dia antusias banget sama yang namanya club sepak bola apa gitu, gw lupa. Yang jelas tuh club gak terkenal di Indonesia. Sampe bela-belain banget tuh club apa lagi kalau ada pertandingan, walaupun tuh club tanding di planet mars, mungkin dia juga bakal datang buat ngeliat tuh club tanding.
       Hampir satu tahun gw gak ngeliat dia sekarang. Gw gak tau fisiknya gimana. Apa masih utuh kepalanya, badan atau kakinya. Ya mudah-mudahan masih ya. Jangan dikira mungkin dulu dia jarang terlihat rapi, tapi sekarang mungkin dia lebih rapih dan lebih keren dari pada gw. hehe
Ya mudah-mudahan Allah selalu menyertainya dan memberikan jalan untuknya. Amin

Who is It?


Tangerang City Jam istirahat kantor, 12.34
17 oktober 2013


Ditulis oleh sahabat saya ( Capung )