Sering kali saya mendengar komentar orang-orang yang tidak sedap tentang naik gunung “apa sih enaknya naik gunung? Habis naik capek-capek eh malah turun lagi”. Saya hanya bisa tersenyum dan mendengarkan saja komenter yang mereka ucapkan. Bukan hanya itu saja, beberapa komentar mereka tentang naik gunung seperti:
A : "Ah,
buat apa naik gunung? bikin capek aja, dingin, ngantuk, ngabisin biaya, nantang
maut pula. Mau jadi apa kamu?"
B : "Naik gunung buat apa sih? mau nyari mati? buang buang waktu aja, mendingan dirumah main laptop sambil internetan atau dilapangan main bola atau futsal."
C : "Apasih yang kamu dapat digunung? Daripada manjat-manjat gunung ga jelas gitu mending ikutan organisasi kampus “BEM” sono. Cuma duduk duduk, bacot-bacotan, bengong gajelas bisa disegani dan dihargai sama mahasiswa lain."
D : "Ah naik gunung mah gampang, kecil. Lagi pula prestasi macam apa yang didapat dari naik gunung? Harusnya kayak kita dong, cuma lari lari nendang bola dapet piala, cuma dengan maen game online dapat duit banyak."
E : “Ngapain sih main ke gunung, mau temanan sama macan atau udah bosen hidup di kota?”
B : "Naik gunung buat apa sih? mau nyari mati? buang buang waktu aja, mendingan dirumah main laptop sambil internetan atau dilapangan main bola atau futsal."
C : "Apasih yang kamu dapat digunung? Daripada manjat-manjat gunung ga jelas gitu mending ikutan organisasi kampus “BEM” sono. Cuma duduk duduk, bacot-bacotan, bengong gajelas bisa disegani dan dihargai sama mahasiswa lain."
D : "Ah naik gunung mah gampang, kecil. Lagi pula prestasi macam apa yang didapat dari naik gunung? Harusnya kayak kita dong, cuma lari lari nendang bola dapet piala, cuma dengan maen game online dapat duit banyak."
E : “Ngapain sih main ke gunung, mau temanan sama macan atau udah bosen hidup di kota?”
Naik
gunung itu sebenarnya bukan hoby saya, tapi saya cukup senang kalau diajak naik
gunung. Menurut saya naik gunung itu bukan seberapa tinggi yang di daki tapi
seberapa kuat melawan ego. Gunung dapat mengajarkan beberapa hal penting
tentang kehidupan, seperti melihat keatas saat dibawah, dan memandang kebawah
apabila sudah diatas.
Mendaki
gunung itu olahraga yang paling menyenangkan. Bukan hanya sekedar olahraga,
dengan naik gunung kita akan dapat teman baru. Sodara baru, pengalaman baru dan
belajar hidup mandiri. Naik gunung itu membuat saya sadar bahwa uang menjadi
tidak berarti saat kita ada diatas gunung ditengah lebatnya hutan. Yang jelas
naik gunung itu membuat saya ketagihan.
Selain
itu, menurut saya naik gunung itu adalah perjalanan hidup. Disana kita bisa
temuin tanjakan, bebatuan, lumpur, jurang, terjal, landai, pacet, kedinginan
dsb. Sama seperti hidup, banyak ujian, cobaan hidup yang akan kita lalui
seiring bertambahnya usia. “Bersama alam kau akan tau artinya hidup”.
“Karena di setiap pendakian ada kisah
Karena di setiap kisah ada
pelajaran yang didapat
Karena di setiap pelajaran ada arti
kehidupan”
Menurut
saya mendaki gunung juga dapat memberikan ilmu pengetahuan yang tadinya kita
tidak tahu dan menjadi tahu. Selain itu kita belajar menjadi lebih menjaga diri
dari ucapan dan segala perbuatan.
Ciptaan
Tuhan itu luar biasa. Disana kita akan melihat kebesaran tuhan dan kita sebagai
makhluk Ciptaannya hanyalah seperti makhluk kecil seperti anai-anai yang
mengisi bumi ini. Mendaki gunung bukan sekedar naik lalu turun tapi mendekatkan
diri sama sang Pencipta dengan mengagumi Ciptaanya yang paling indah yaitu
alam.
Indonesia
itu indah kawan. Pergilah keluar rumah, buka mata selebar-lebarnya, jangan
takut kepanasan apalagi takut kulit jadi hitam. Rugi bagi mereka yang takut
kepanasan dan takut kulitnya jadi hitam, dan rugi pula bagi mereka yang lebih
membanggakan liburan ke luar negeri. Pergilah dan lihatlah setinggi tanah
tertinggi alam negeri kita.
“Puncak itu bonus, paling penting
adalah supaya kita bisa kembali kerumah bersama keluarga tanpa kekurangan satu
pun”
Naik
Gunung kegiatan yang sia-sia? Tidak ada yang
salah apa lagi sia-sia, lanjutkan selama itu positif dan membuat hidup kita
nyaman serta tambah berkualitas.
Lembah
Ciremai (Majalengka), 23 Oktober 2013
Jam
0.30 WIB













