follow me

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Selasa, 15 Oktober 2013

Sahabat Bercerita (II)

 
          Pada kali ini gw mau bercerita tentang sahabat gw lagi dikampus, sebut saja capung. Waktu gw masuk jurusan, kayanya cuma dia deh yang gw anggap paling menarik. Entah dia berzodiak apa yang jelas ga ada hubungannya sama sekali dengan aura dia. Jangan berkedip, tarik nafas yang dalam dan buang nafas sepanjang-panjangnya, sekarang saya mau bercerita tentang si capung.
            Selain keturunan ayah ibunya, si capung juga keturunan nabi Adam. Lihat aja kalau ke kampus pasti suka berkerudung. Oia dia juga suka mondar mandir ke laboratorium, bisa dihitunglah antara pergi ke toilet sama laboratorium lebih banyak nongkrong di laboratorium. Kulitnya hitam manis dan senyumannya ga kalah manisnya, Pokonya cocoklah untuk menjadi penghuni bumi. Kepalanya satu, tangannya dua, dan kakinya ada dua juga.
            Dulu gw pernah tidur ditemani oleh si capung, yaitu waktu sedang belajar di kelas. Maksudnya, tidak cuma ditemani sama si capung, tapi juga sama teman-teman sekelas. Terus dioleskan minyak kayu putih ke mulut gw oleh si anto, teman sekelas gw. Itu membuat gw terbangun dan disuruh cuci muka.
          Berbeda dengan pembantunya si capung, gw tidak pernah bertemu dengannya. Eh pernah sih ketemu, tapi lebih tepatnya dikatakan melihat, tapi melihat fotonya saja yang sekarang dijadikan avatar di twitternya. Dulu sempat gw berkata sama dia:
“Pacarmu ganteng, pung”
“Oh, iya dong”
“Mirip sama siapa gitu”
“Mirip siapa? artis?”
“Bukan, tapi lebih mirip temen gw”
“Siapa?”
“Mirip Anjar”
“Ihhhhh!”
            Ada beberapa hal yang bisa saya ingat dari si Capung. Pertama, dia perempuan. Kedua, tidak pernah titip absen. Ketiga, kalau pergi kekampus ga pernah nyeker. Dan keempat, dia sering digosipkan dengan temen sekelas dan sekontrakan gw. Kalau dikecengin, senyum-senyum sendiri. Aneh bukan? Bukannya marah tapi malah pamer behel gigi.
            Smart, dia termasuk orang pintar dibandingkan gw. Buktinya pertama, dia bisa lebih cepet lulusnya ketimbang gw. Bukti kedua, kalau ujian dia ga pernah nyontek gw, mungkin dia ga percaya sama gw. Bukti ketiga, dia ga jomblo dan gw seorang jomblowan. Itu membuktinya selain dia pintar akademis, dia juga pintar di non akademis, contohnya yaitu mencari pasangan tadi.
            Siapun dirinya, sama sekali gw tidak ada rasa ingin menjadi pacarnya, dari dulu hingga sekarang. Bahwa apa yang gw lakukan kepadanya, gw melakukan juga kepada yang lainnya. Kepada si Memey, Kepada si Tisol, Kepada si Mahar dan kepada siapa saja. Gw tidak pernah punya pacar sekelas maupun sejurusan selama hidup gw di kampus. Tidak pernah ingin.
            Entah dimana dia sekarang. Mudah-mudahan masih ada di bumi.
            Who is it?

Majalengka, 15 Oktober 2013 jam 23.54 WIB





Dikutip sebagian dari tulisan surayah PidiBaiq

2 komentar:

  1. ahahaha nama gw disebut, kayaknya gw tau deh jek cewe itu

    BalasHapus
  2. hihi, maaf yah telah memasukkan nama lo har.
    sudah tau? ok nnti ksh tau gw klo ketemu siapa yg gw mksd, jgn sebut merk disini ya, hehe

    BalasHapus