Pada kali ini gw mau
bercerita tentang sahabat gw lagi dikampus, sebut saja capung. Waktu gw masuk jurusan, kayanya cuma
dia deh yang gw anggap paling menarik. Entah dia berzodiak apa yang jelas ga
ada hubungannya sama sekali dengan aura dia. Jangan berkedip, tarik nafas yang
dalam dan buang nafas sepanjang-panjangnya, sekarang saya mau bercerita tentang
si capung.
Selain keturunan ayah ibunya, si
capung juga keturunan nabi Adam. Lihat aja kalau ke kampus pasti suka
berkerudung. Oia dia juga suka mondar mandir ke laboratorium, bisa dihitunglah
antara pergi ke toilet sama laboratorium lebih banyak nongkrong di laboratorium.
Kulitnya hitam manis dan senyumannya ga kalah manisnya, Pokonya cocoklah untuk
menjadi penghuni bumi. Kepalanya satu, tangannya dua, dan kakinya ada dua juga.
Dulu gw pernah tidur ditemani oleh
si capung, yaitu waktu sedang belajar di kelas. Maksudnya, tidak cuma ditemani
sama si capung, tapi juga sama teman-teman sekelas. Terus dioleskan minyak kayu
putih ke mulut gw oleh si anto, teman sekelas gw. Itu membuat gw terbangun dan
disuruh cuci muka.
Berbeda dengan pembantunya si
capung, gw tidak pernah bertemu dengannya. Eh pernah sih ketemu, tapi lebih
tepatnya dikatakan melihat, tapi melihat fotonya saja yang sekarang dijadikan
avatar di twitternya. Dulu sempat gw berkata sama dia:
“Pacarmu
ganteng, pung”
“Oh, iya dong”
“Mirip
siapa? artis?”
“Bukan,
tapi lebih mirip temen gw”
“Siapa?”
“Mirip
Anjar”
“Ihhhhh!”
Ada beberapa hal yang bisa saya
ingat dari si Capung. Pertama, dia perempuan. Kedua, tidak pernah titip absen. Ketiga,
kalau pergi kekampus ga pernah nyeker. Dan keempat, dia sering digosipkan
dengan temen sekelas dan sekontrakan gw. Kalau dikecengin, senyum-senyum
sendiri. Aneh bukan? Bukannya marah tapi malah pamer behel gigi.
Smart, dia termasuk orang pintar
dibandingkan gw. Buktinya pertama, dia bisa lebih cepet lulusnya ketimbang gw. Bukti
kedua, kalau ujian dia ga pernah nyontek gw, mungkin dia ga percaya sama gw. Bukti
ketiga, dia ga jomblo dan gw seorang jomblowan. Itu membuktinya selain dia
pintar akademis, dia juga pintar di non akademis, contohnya yaitu mencari
pasangan tadi.
Siapun dirinya, sama sekali gw tidak
ada rasa ingin menjadi pacarnya, dari dulu hingga sekarang. Bahwa apa yang gw
lakukan kepadanya, gw melakukan juga kepada yang lainnya. Kepada si Memey, Kepada
si Tisol, Kepada si Mahar dan kepada siapa saja. Gw tidak pernah punya pacar
sekelas maupun sejurusan selama hidup gw di kampus. Tidak pernah ingin.
Entah dimana dia sekarang.
Mudah-mudahan masih ada di bumi.
Who is it?
Majalengka, 15 Oktober 2013 jam
23.54 WIB
Dikutip sebagian dari tulisan surayah PidiBaiq













ahahaha nama gw disebut, kayaknya gw tau deh jek cewe itu
BalasHapushihi, maaf yah telah memasukkan nama lo har.
BalasHapussudah tau? ok nnti ksh tau gw klo ketemu siapa yg gw mksd, jgn sebut merk disini ya, hehe